Nyalakan mesin waktu dan kembali ke tahun 2000-an. Ya, selamat datang dimasa “ngeblog” menjadi pusat ekosistem internet. Pengetahuan seseorang dituangkan ke dalam tulisan dan diakses jutaan pencari solusi.
Teringat tahun 2005 guru memberi tugas mencari foto lukisan di internet. Monitor tabung, CPU besar dengan suara menderu keras, lucunya loading bukanlah masalah. 56 Kbps (kilobit per second). Waktu itu biaya sewanya Rp 6.000 per-jam.
Di tahun 2026 bulan Juli angka 56 Kbps dianggap offline.
LLM seperti ChatGPT, Gemini dan sejenis dengan interface bergaya chat memaksa Anda “prompting” entah dengan cara mengetik, berbicara atau upload dokumen. Ada saatnya Anda lelah dengan semua itu untuk mendapatkan response dari AI.
Ada saatnya Anda bersantai – ngopi misalnya, tidak mau prompting. Ingin membaca informasi apapun asalkan sesuai minat.
Mengambil smartphone kemudian membaca berita terkurasi di halaman beranda Google Chrome. Ini yang saya lakukan dan di luar sana ribuan orang melakukan hal yang sama. Kenapa? Karena Google masih menyematkan fitur tersebut ke browsernya. Artinya? Ya pasti ada menggunakannya.
Cara kita mendapatkan informasi setidaknya terbagi menjadi tiga yaitu:
- Bertanya langsung.
- Membaca / menyimak dari publisher (buku, media, website, surat kabar).
- Prompting.
Bertanya langsung umumnya digunakan untuk memperoleh informasi valid langsung dari sumber terpercaya tanpa sensor dan apa adanya.
Membaca atau menyimak biasanya informasi sudah disuguhkan di depan mata hasil kurasi sistem. Buka YouTube di beranda muncul video sesuai minat. Sistem menyediakan informasi tanpa perlu repot mencari.
Prompting, ingin mendapatkan informasi instan dan terfokus hanya pada satu tujuan. Tembok sensor sangat tebal – bisa saja informasi menjadi bias. Cepat terlupakan besoknya prompting lagi dan lagi.
LLM datanya usang, hasil belajar bulan lalu bahkan tahun lalu. Saat Anda prompting coba perhatikan AI mencoba crawl ke internet untuk mendapatkan informasi terbaru.

Jadi ngeblog masih relevant di era AI karena tidak semua orang mempunyai waktu prompting. AI butuh informasi baru terus menerus karena kalau tidak pengetahuannya tidak bertambah.
Ongkos infrastruktur AI sangat mahal. Harga RAM naik karena kebutuhan AI. Salah satu sumber informasi murah bagi AI adalah blog, kenapa? Karena mengolah teks lebih mudah daripada video.
Informasi tertulis biasanya lebih mendalam dan otak juga dilatih mencerna informasi sehingga koneksi neuron terus bertambah.